بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatu
Pada ketika ini banyak isu-isu yang berkenaan tajuk di atas yang berlaku di negara kita yang dicintai ini. Setiap orang pasti mempunyai pendapat masing-masing berkenaan pemimpin yang dipilih di peringkat negara, negeri, tempatan dan sebagainya.
Penulis pada hari ini ingin menulis perkara berkenaan pemimpin secara umum. Maksudnya bukan bicara sebagai pemimpin negara, negeri atau tempatan sahaja, tetapi apa yang penulis ingin sampaikan adalah kepada semua orang yang ingin menjadi pemimpin kepada diri sendiri, keluarga, organisasi, kumpulan, jemaah dan sebagainya.
Apa yang ingin penulis sampaikan pada hari ini adalah ciri-ciri pemimpin yang perlu ada dalam diri yang dipersetujui oleh penulis mengikut kata-kata dari orang di luar sana.
1) Berupaya menjaga agama dan menegakkan syariat Allah.
"Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui." (Al-Jaatsiyah 45:18)
2) Memiliki kekuatan atau kesihatan fizikal, spiritual dan mental untuk menanggung kerja dan amanah yang dipikul.
"Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu." Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqarah 2:247)
3) Memiliki sifat taqwa dan berintegriti
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."(Al-Hujuraat 49:13)
4) Amanah, adil dan tidak berlaku zalim atau mengamalkan diskriminasi
"Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Maa'idah 5:8)
5) Bertanggungjawab dan tidak sombong terutama kepada pengikutnya
"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." (Luqman 31:18)
6) Tegas dan berpegang teguh kpd prinsip adil, amanah dan integriti
"Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu." (Ar-Rahman 55:9)
7) Berakhlak dan berbudi pekerti mulia
"Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat." (Shaad 38:46)
8) Menunaikan janji dan tidak berdusta atau berbohong
"Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta."(At-Taubah 9:77)
Demikianlah apa yang penulis dapat sharekan. Semoga dapat manfaat insyaa Allah.
Alhamdulillah
Peace.
Showing posts with label penting. Show all posts
Showing posts with label penting. Show all posts
Tuesday, 23 September 2014
Wednesday, 29 January 2014
Ilmu Yang Sahih
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatu
Penulis bersyukur kepada Allah s.w.t, kerana zaman ini makin ramai yang ingin berhijrah daripada jahil atau tidak berilmu dalam agama ke arah mencari jalan yang diredhai Allah. Lebih-lebih lagi ramai belia yang makin suka berdakwah melalui alam siber ini. Namun begitu kita perlu tahu yang mana Haq dan yang mana Bathil.
"Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka." (Muhammad 47:2)
Allah juga berfirman,
"Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)? " (Huud 11:14)
Allah ajarkan kepada kita ilmu-ilmu supaya kita dapat melalui jalanNya dengan izinNya. Ingat! Apa yang penulis tekankan disini adalah Allah yang mengajar kita, kerana Allah Maha Mengetahui, melalui Rasulullah s.a.w, oleh kerana itu kita perlu berpegang kepada Al-Quran dan Sunnah RasulNya, sejajar dengan satu hadis Rasulullah s.a.w. ketika khutbah Jumaat terakhir baginda,
Rasulullah bersabda " Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. iaitu Kitabullah dan Sunnah RasulNya."
Jadi di sini, penulis ingin kongsikan kepada pembaca-pembaca, atas sebab di laman sosial kini, ramai juga yang suka share hadis-hadis yang palsu namun begitu ramai juga yang akan share kan kembali tanpa mengetahui sama ada sesuatu hadis itu sahih atau tidak. Peringatan, apabila kita post sesuatu hadis Rasulullah yang palsu, ia umpama kita mengatakan apa yang Nabi tidak pernah beritahu, jadi itu dikira perkara yang diada-adakan atau dengan kata kasarnya fitnah.
Berikut adalah jenis-jenis hadis yang utama :
1) Hadis Sahih
Hadis yang cukup sanadnya dari awal sampai akhir dan oleh orang-orang yang sempurna hafalannya.
Syarat hadis sahih, iaitu:
a. sanadnya bersambung,
b. perawinya sudah baligh
c. berakal
d. tidak mengerjakan dosa
e. sempurna hafalannya
f. perawi yang ada dalam sanad itu adil dan hadis yang diriwayatkannya tidak bertentangan dengan ayat Al Quran.
2) Hadis Hasan
Hadis yang berhubung/bersambungan sanad dari permulaan hingga akhir dan periwayat-periwayat tersebut bersifat seperti Al-Hadis Sahih, tetapi mereka tidak mempunyai ingatan yang kuat. Disegi hafalannya kurang dari hadis shahih.
3) Hadis Dho'if
Hadis yang tidak bersambung sanadnya, atau di antara sanadnya ada orang yang cacat. Cacat yang dimaksud, rawinya bukan orang Islam, atau belum baligh, atau tidak dikenal orang, atau pelupa/pendusta/fasik dan suka berbuat dosa.
4) Hadis Maudhuk' [Hadis Palsu]
Hadis yang diriwayatkan oleh mereka dengan mendustakannya dari Nabi saw pada halnya nyata tidak. (Diriwayatkan berdasar kepentingan tertentu).
Sekiranya ingin belajar dengan lebih lanjut berkenaan hadis, silalah rujuk guru-guru, ustaz-ustaz, syeikh, ulama', dan juga orang-orang yang lebih pandai dari segi ilmu hadis. Carilah mereka yang lebih pakar dalam ilmu hadis, malah di luar sana juga terdapat kitab-kitab dari imam bukhari, muslim, abu dawud dan sebagainya, malah terdapat juga di online. Jadi tiada sebab untuk kita katakan yang susah untuk cari ilmu atau tiada masa sedangkan Allah beri kita cukup sifat untuk berfikir. UMAT ISLAM ITU PANDAI.
Moga pembaca dapat manfaat dengan izin Allah s.w.t .
Be Postive...
Alhamdulillah
Peace
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatu
Penulis bersyukur kepada Allah s.w.t, kerana zaman ini makin ramai yang ingin berhijrah daripada jahil atau tidak berilmu dalam agama ke arah mencari jalan yang diredhai Allah. Lebih-lebih lagi ramai belia yang makin suka berdakwah melalui alam siber ini. Namun begitu kita perlu tahu yang mana Haq dan yang mana Bathil.
"Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka." (Muhammad 47:2)
Allah juga berfirman,
"Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)? " (Huud 11:14)
Allah ajarkan kepada kita ilmu-ilmu supaya kita dapat melalui jalanNya dengan izinNya. Ingat! Apa yang penulis tekankan disini adalah Allah yang mengajar kita, kerana Allah Maha Mengetahui, melalui Rasulullah s.a.w, oleh kerana itu kita perlu berpegang kepada Al-Quran dan Sunnah RasulNya, sejajar dengan satu hadis Rasulullah s.a.w. ketika khutbah Jumaat terakhir baginda,
Rasulullah bersabda " Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. iaitu Kitabullah dan Sunnah RasulNya."
Jadi di sini, penulis ingin kongsikan kepada pembaca-pembaca, atas sebab di laman sosial kini, ramai juga yang suka share hadis-hadis yang palsu namun begitu ramai juga yang akan share kan kembali tanpa mengetahui sama ada sesuatu hadis itu sahih atau tidak. Peringatan, apabila kita post sesuatu hadis Rasulullah yang palsu, ia umpama kita mengatakan apa yang Nabi tidak pernah beritahu, jadi itu dikira perkara yang diada-adakan atau dengan kata kasarnya fitnah.
Berikut adalah jenis-jenis hadis yang utama :
1) Hadis Sahih
Hadis yang cukup sanadnya dari awal sampai akhir dan oleh orang-orang yang sempurna hafalannya.
Syarat hadis sahih, iaitu:
a. sanadnya bersambung,
b. perawinya sudah baligh
c. berakal
d. tidak mengerjakan dosa
e. sempurna hafalannya
f. perawi yang ada dalam sanad itu adil dan hadis yang diriwayatkannya tidak bertentangan dengan ayat Al Quran.
2) Hadis Hasan
Hadis yang berhubung/bersambungan sanad dari permulaan hingga akhir dan periwayat-periwayat tersebut bersifat seperti Al-Hadis Sahih, tetapi mereka tidak mempunyai ingatan yang kuat. Disegi hafalannya kurang dari hadis shahih.
3) Hadis Dho'if
Hadis yang tidak bersambung sanadnya, atau di antara sanadnya ada orang yang cacat. Cacat yang dimaksud, rawinya bukan orang Islam, atau belum baligh, atau tidak dikenal orang, atau pelupa/pendusta/fasik dan suka berbuat dosa.
4) Hadis Maudhuk' [Hadis Palsu]
Hadis yang diriwayatkan oleh mereka dengan mendustakannya dari Nabi saw pada halnya nyata tidak. (Diriwayatkan berdasar kepentingan tertentu).
Sekiranya ingin belajar dengan lebih lanjut berkenaan hadis, silalah rujuk guru-guru, ustaz-ustaz, syeikh, ulama', dan juga orang-orang yang lebih pandai dari segi ilmu hadis. Carilah mereka yang lebih pakar dalam ilmu hadis, malah di luar sana juga terdapat kitab-kitab dari imam bukhari, muslim, abu dawud dan sebagainya, malah terdapat juga di online. Jadi tiada sebab untuk kita katakan yang susah untuk cari ilmu atau tiada masa sedangkan Allah beri kita cukup sifat untuk berfikir. UMAT ISLAM ITU PANDAI.
Moga pembaca dapat manfaat dengan izin Allah s.w.t .
Be Postive...
Alhamdulillah
Peace
Monday, 27 January 2014
Bahaya Apabila Tidak Berfikir
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatu
Baru-baru ini kita dikejutkan dengan kes meletakkan banner "Jesus is the son of Allah" di 3 gereja di Penang. Ramai yang melantun dan agak marah dengan tindakan meletakkan banner tersebut kerana statement itu bercanggah dengan akidah Islam kita.
Namun begitu, apabila wartawan dan juga orang ramai bertanya kepada pihak gereja, mereka menegaskan bahawa bukan mereka yang meletakkan banner tersebut, tetapi mungkin terdapat pihak-pihak tertentu yang cuba mendatangkan sentimen-sentimen kebencian.
Kemudian, pada pagi ini, penulis telah membaca dari satu akhbar yang melaporkan terdapat pihak yang melontarkan bom buatan sendiri dari botol arak ke arah salah satu gereja tersebut. Satu lagi insiden yang perlu diambil perhatian kerana tindakan yang tidak bertanggungjawab ini.
Apa pendapat pembaca semua? Sekiranya benar bukan pihak gereja yang meletakkan banner tersebut, jadi siapakah yang bertanggungjawab? Mengapa ada pihak-pihak yang suka sangat membuat provokasi?
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (Al-Hujuraat 49:6)
Apa yang ingin penulis tekankan di sini, periksalah sesuatu itu dengan teliti dahulu sebelum membuat tindakan yang meluru dan memberi kesan yang negatif. Fikirlah wahai pembaca sekalian...BERFIKIRLAH.
Jangan cepat melenting apabila mendengar sebuah berita atau cerita yang kita tidak suka, perbuatan yang membuatkan kita benci, berfikirlah dahulu, rujuk Al-Quran dan Sunnah RasulNya dahulu, jangan bertindak mengikut perasaan, risau kita akan menyesal di kemudian hari. Allah Maha Mengetahui.
" Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. " (Al-Baqarah 2:190)
Renungkan, bukalah minda dan jadilah INSAN yang bertamadun. ISLAM ITU MAJU.
Alhamdulillah
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatu
Baru-baru ini kita dikejutkan dengan kes meletakkan banner "Jesus is the son of Allah" di 3 gereja di Penang. Ramai yang melantun dan agak marah dengan tindakan meletakkan banner tersebut kerana statement itu bercanggah dengan akidah Islam kita.
Namun begitu, apabila wartawan dan juga orang ramai bertanya kepada pihak gereja, mereka menegaskan bahawa bukan mereka yang meletakkan banner tersebut, tetapi mungkin terdapat pihak-pihak tertentu yang cuba mendatangkan sentimen-sentimen kebencian.
Kemudian, pada pagi ini, penulis telah membaca dari satu akhbar yang melaporkan terdapat pihak yang melontarkan bom buatan sendiri dari botol arak ke arah salah satu gereja tersebut. Satu lagi insiden yang perlu diambil perhatian kerana tindakan yang tidak bertanggungjawab ini.
Apa pendapat pembaca semua? Sekiranya benar bukan pihak gereja yang meletakkan banner tersebut, jadi siapakah yang bertanggungjawab? Mengapa ada pihak-pihak yang suka sangat membuat provokasi?
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (Al-Hujuraat 49:6)
Apa yang ingin penulis tekankan di sini, periksalah sesuatu itu dengan teliti dahulu sebelum membuat tindakan yang meluru dan memberi kesan yang negatif. Fikirlah wahai pembaca sekalian...BERFIKIRLAH.
Jangan cepat melenting apabila mendengar sebuah berita atau cerita yang kita tidak suka, perbuatan yang membuatkan kita benci, berfikirlah dahulu, rujuk Al-Quran dan Sunnah RasulNya dahulu, jangan bertindak mengikut perasaan, risau kita akan menyesal di kemudian hari. Allah Maha Mengetahui.
" Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. " (Al-Baqarah 2:190)
Renungkan, bukalah minda dan jadilah INSAN yang bertamadun. ISLAM ITU MAJU.
Alhamdulillah
Akhlak itu Penting?
بِسْمِ
اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatu
Terima kasih diucapkan dahulu kepada pembaca-pembaca yang sudi meluangkan masa untuk membaca apa yang ingin penulis sampaikan. Inilah entri pertama selepas kita menyambut Tahun Baru Masihi, maaf dipinta atas penulis tida meng'update'kan blog ini walaupun sudah tumbuh sesawang yang agak banyak dan boleh mendatangkan kemudaratan kepada pembaca-pembaca yang ada alergik kepada habuk.
Tajuk kali ini penulis ingin bertanyakan, adakah akhlak itu penting? Kenapa penting? perlukah kita berakhlak baik? Adakah akhlak ini boleh mempengaruhi kehidupan seharian kita?
Apa itu akhlak? Menurut bahasa yang dikaji oleh penulis, akhlak bererti tabiat,kelakuan, perangai, tingkahlaku, adat, kebiasaan. Kita ada akhlak yang baik dan juga akhlak yang tidak baik. Sekiranya bertanyakan kepada pembaca yang mana perlu kita ada? pasti para pembaca menjawab akhlak yang baik. Mengapa?
Mari kita berfikir, bagaimana akhlak seseorang itu dapat mempengaruhi orang berdekatan yang lain, tidak kira di sekolah, tempat kerja, rumah atau juga tempat-tempat awam. Contohnya, akhlak sebagai guru, pastinya guru tersebut perlu menunjukkan contoh yang baik, kerana murid-murid atau pelajar-pelajar memandang tinggi ke atas guru-guru mereka yang mempunyai ilmu yang lebih dari diri mereka. Sama juga sebagai seorang ibu bapa yang dipandang anak sebagai guru nombor satu atau pemimpin, dan juga kakak atau abang di dalam sebuah keluarga.
Di dalam negara juga sama, apabila rakyat-rakyat, pengikut-pengikut seseorang pemimpin, pasti akan memandang tinggi ke atas ketua-ketua mereka, secara logiknya, pemimpin yang berakhlak baik pasti mempunyai pengikut-pengikut yang berakhlak baik dan juga sebaliknya. Namun apa yang ingin pembaca tekankan di sini adalah supaya pembaca-pembaca sekalian cuba membukakan mata dan lihat keadaan kita sekarang.
Adakah akhlak kita boleh dikategorikan baik? Kenapa tidak? Sedangkan kita ini adalah umat Muhammad s.a.w?
Sedangkan ada juga pihak yang suka pecah belahkan sesama muslim sendiri, dengan cara-cara mereka sendiri. Mengapakan berlakunya sedemikian?
Allah berfirman,
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (Al-A'raf 7:56)
Rahmat Allah amat dekat pada orang-orang yang berbuat baik, jadi bagaimana kita ingin berbuat baik? kepada siapakah yang kita perlu contohi? Mengikut pendapat pembaca semua, siapakah manusia yang sempurna?
Sudah pasti Nabi Muhammad s.a.w, Rasulullah terakhir yang diutuskan untuk kita sebagai pembawa berita gembira dan peringatan.
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. " (Al-Ahzab 33:21)
Di sini, penulis berharap pembaca-pembaca dapat manfaat dari penulisan ringkas dalam tajuk akhlak ini. Ingin penulis ingatkan kepada pembaca-pembaca di luar sana, termasuk juga kepada yang ingin menjadi ustaz dan ustazah, pendakwah-pendakwah, rakyat Malaysia, manusia-manusia biasa, jagalah akhlak kamu dari segi perbuatan, percakapan dan juga penulisan. Janganlah berhujah atau berkata mengikut sangkaan atau nafsu amarah kerana kita adalah umat ISLAM, umat yang SEJAHTERA. Al-Quran dan Sunnah RasulNya, back to basic.
Peace
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatu
Terima kasih diucapkan dahulu kepada pembaca-pembaca yang sudi meluangkan masa untuk membaca apa yang ingin penulis sampaikan. Inilah entri pertama selepas kita menyambut Tahun Baru Masihi, maaf dipinta atas penulis tida meng'update'kan blog ini walaupun sudah tumbuh sesawang yang agak banyak dan boleh mendatangkan kemudaratan kepada pembaca-pembaca yang ada alergik kepada habuk.
Tajuk kali ini penulis ingin bertanyakan, adakah akhlak itu penting? Kenapa penting? perlukah kita berakhlak baik? Adakah akhlak ini boleh mempengaruhi kehidupan seharian kita?
Apa itu akhlak? Menurut bahasa yang dikaji oleh penulis, akhlak bererti tabiat,kelakuan, perangai, tingkahlaku, adat, kebiasaan. Kita ada akhlak yang baik dan juga akhlak yang tidak baik. Sekiranya bertanyakan kepada pembaca yang mana perlu kita ada? pasti para pembaca menjawab akhlak yang baik. Mengapa?
Mari kita berfikir, bagaimana akhlak seseorang itu dapat mempengaruhi orang berdekatan yang lain, tidak kira di sekolah, tempat kerja, rumah atau juga tempat-tempat awam. Contohnya, akhlak sebagai guru, pastinya guru tersebut perlu menunjukkan contoh yang baik, kerana murid-murid atau pelajar-pelajar memandang tinggi ke atas guru-guru mereka yang mempunyai ilmu yang lebih dari diri mereka. Sama juga sebagai seorang ibu bapa yang dipandang anak sebagai guru nombor satu atau pemimpin, dan juga kakak atau abang di dalam sebuah keluarga.
Di dalam negara juga sama, apabila rakyat-rakyat, pengikut-pengikut seseorang pemimpin, pasti akan memandang tinggi ke atas ketua-ketua mereka, secara logiknya, pemimpin yang berakhlak baik pasti mempunyai pengikut-pengikut yang berakhlak baik dan juga sebaliknya. Namun apa yang ingin pembaca tekankan di sini adalah supaya pembaca-pembaca sekalian cuba membukakan mata dan lihat keadaan kita sekarang.
Adakah akhlak kita boleh dikategorikan baik? Kenapa tidak? Sedangkan kita ini adalah umat Muhammad s.a.w?
Sedangkan ada juga pihak yang suka pecah belahkan sesama muslim sendiri, dengan cara-cara mereka sendiri. Mengapakan berlakunya sedemikian?
Allah berfirman,
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (Al-A'raf 7:56)
Rahmat Allah amat dekat pada orang-orang yang berbuat baik, jadi bagaimana kita ingin berbuat baik? kepada siapakah yang kita perlu contohi? Mengikut pendapat pembaca semua, siapakah manusia yang sempurna?
Sudah pasti Nabi Muhammad s.a.w, Rasulullah terakhir yang diutuskan untuk kita sebagai pembawa berita gembira dan peringatan.
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. " (Al-Ahzab 33:21)
Di sini, penulis berharap pembaca-pembaca dapat manfaat dari penulisan ringkas dalam tajuk akhlak ini. Ingin penulis ingatkan kepada pembaca-pembaca di luar sana, termasuk juga kepada yang ingin menjadi ustaz dan ustazah, pendakwah-pendakwah, rakyat Malaysia, manusia-manusia biasa, jagalah akhlak kamu dari segi perbuatan, percakapan dan juga penulisan. Janganlah berhujah atau berkata mengikut sangkaan atau nafsu amarah kerana kita adalah umat ISLAM, umat yang SEJAHTERA. Al-Quran dan Sunnah RasulNya, back to basic.
Peace
Wednesday, 16 October 2013
Amanah - Penting
بِسْمِ
اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatu
Biasa sahaja kita mendengarkan perkataan 'AMANAH' ini dimana-mana sahaja seperti di sekolah, tempat kerja, di bank, dan sebagainya. Apa itu amanah? kenapa perlu kita mementingkan amanah ini? apakah perkara yang kita lakukan itu tidak dikira pecah amanah?
Sempena hari raya AidilAdha, amanah juga memainkan peranan penting dalam mengerjakan ibadah. Dari segi pembahagian daging-daging kepada yang memerlukan. Namun begitu ada juga yang tidak sempurna pengurusannya, jadikan sebagai pelajaran kepada kita untuk membaik pulih akan pengurusan pembahagian dengan lebih baik. Penulis tekankan mengenai pengurusan ini adalah kerana ada juga pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab telah mengambil apa yang bukan hak mereka. Penulis mengetahui perkara ini dari sahabat penulis sendiri di masjid berdekatan rumahnya. Moga-moga perkara ini tidak terjadi di kawasan lain insyaa Allah.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." (AQ 8:27)
Allah memberi peringatan kepada kita pentingnya menjaga amanah itu, lebih-lebih lagi amanah yang telah diberikan kepada semua manusia. MENJALANKAN PERINTAH ALLAH DAN TINGGALKAN LARANGAN-NYA.
Wahai sahabat-sahabat pembaca sekalian, muhasabahlah diri, lapangkan dada dan lihatlah diri, nasihat ini termasuk kepada diri penulis sendiri, apakah sudah cukup segala amalam-amalan kita sebagai pembawa amanah ini? Tidak kira diri itu pemimpin atau orang bawahan dalam sesebuah negara, organisasi, kumpulan, keluarga, sekiranya kita telah diberi tanggungjawab itu, buatlah dengan ikhlas dan bertanggungjawablah ke atas apa yang telah diamanahkan itu. Contohnya bekerja, buatlah kerja dengan sedaya upaya. Moga mendapat manfaat.
p/s - penulis tidak sempurna
Alhamdulillah
Peace
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatu
Biasa sahaja kita mendengarkan perkataan 'AMANAH' ini dimana-mana sahaja seperti di sekolah, tempat kerja, di bank, dan sebagainya. Apa itu amanah? kenapa perlu kita mementingkan amanah ini? apakah perkara yang kita lakukan itu tidak dikira pecah amanah?
Sempena hari raya AidilAdha, amanah juga memainkan peranan penting dalam mengerjakan ibadah. Dari segi pembahagian daging-daging kepada yang memerlukan. Namun begitu ada juga yang tidak sempurna pengurusannya, jadikan sebagai pelajaran kepada kita untuk membaik pulih akan pengurusan pembahagian dengan lebih baik. Penulis tekankan mengenai pengurusan ini adalah kerana ada juga pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab telah mengambil apa yang bukan hak mereka. Penulis mengetahui perkara ini dari sahabat penulis sendiri di masjid berdekatan rumahnya. Moga-moga perkara ini tidak terjadi di kawasan lain insyaa Allah.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." (AQ 8:27)
Allah memberi peringatan kepada kita pentingnya menjaga amanah itu, lebih-lebih lagi amanah yang telah diberikan kepada semua manusia. MENJALANKAN PERINTAH ALLAH DAN TINGGALKAN LARANGAN-NYA.
Wahai sahabat-sahabat pembaca sekalian, muhasabahlah diri, lapangkan dada dan lihatlah diri, nasihat ini termasuk kepada diri penulis sendiri, apakah sudah cukup segala amalam-amalan kita sebagai pembawa amanah ini? Tidak kira diri itu pemimpin atau orang bawahan dalam sesebuah negara, organisasi, kumpulan, keluarga, sekiranya kita telah diberi tanggungjawab itu, buatlah dengan ikhlas dan bertanggungjawablah ke atas apa yang telah diamanahkan itu. Contohnya bekerja, buatlah kerja dengan sedaya upaya. Moga mendapat manfaat.
p/s - penulis tidak sempurna
Alhamdulillah
Peace
Tuesday, 28 May 2013
Perlukah Perjuangan?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarrakatu
Persoalan yang perlu ditanya pada diri sendiri. Ada jawapan "perjuangan mendenya?", "betulkan diri dulu", "takde tima la nak berjuang" bagi penulis perlu dibuang. Bukankah sebahagian manusia di luar sana pernah bertanya, "Apa tujuan kita hidup ekk?" . Penulis yakin mungkin ada pembaca juga pernah terfikir sedemikian, sama juga kepada penulis ketika zaman tak mengetahui dulu.
Mari kita renungkan ayat Allat s.w.t ini, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdikan kepada-Ku." (AQ 51:56)
Yes, abdikan diri kepada Allah. Jadi bagaimana kita ingin mengabdikan diri? Al-Quran ada 6236 ayat, dan Sunnah Rasulullah juga banyak mengajar kita, so penulis berharap pembaca dapat membuka fikiran dari sini.
Zaman sekarang, belia-belia malaysia sangatlah aktif, mereka ingin mencari apa yang patut mereka perjuangkan, kerana darah mereka 'panas'. Jadi banyaklah NGO2, pertubuhan, persatuan, malah parti-parti politik yang disertai mereka untuk perjuangkan apa yang mereka inginkan atau apa yang mereka faham supaya dapat mencapai masa hadapan yang lebih baik. Namun ada juga pihak yang menggunakan belia-belia ini sebagai barisan hadapan untuk mencapai sesuatu yang batil atau salah. Sepatutnya sebagai orang dewasa yang mempunyai pengalaman patut membimbing belia-belia ini untuk menjadi insan yang cemerlang dan bukannya memanipulasikan semangat mereka untuk mencapai cita-cita yang menguntungkan sesebuah pihak.
Apa yang ingin penulis tekankan di sini adalah YA, kita memerlukan perjuangan untuk hidup. Perjuangan untuk menjadi hamba Allah yang diredhai. Bagaimana? AlQuran dan Sunnah Rasulullah sebagai pegangan. Sabda Rasulullah," Kutinggalkan untuk kamu 2 perkara (pusaka), taklah kamu akan tersesat kepada keduanya, iaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya." (Sebahagian dari khutbah Jumaat Rasulullah pada 9 ZULHIJJAH TAHUN 10 HIJRAH)
Perjuangan demi Agama yang Haq untuk mencapai KESEJAHTERAAN.
Alhamdulillah
Peace
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarrakatu
Persoalan yang perlu ditanya pada diri sendiri. Ada jawapan "perjuangan mendenya?", "betulkan diri dulu", "takde tima la nak berjuang" bagi penulis perlu dibuang. Bukankah sebahagian manusia di luar sana pernah bertanya, "Apa tujuan kita hidup ekk?" . Penulis yakin mungkin ada pembaca juga pernah terfikir sedemikian, sama juga kepada penulis ketika zaman tak mengetahui dulu.
Mari kita renungkan ayat Allat s.w.t ini, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdikan kepada-Ku." (AQ 51:56)
Yes, abdikan diri kepada Allah. Jadi bagaimana kita ingin mengabdikan diri? Al-Quran ada 6236 ayat, dan Sunnah Rasulullah juga banyak mengajar kita, so penulis berharap pembaca dapat membuka fikiran dari sini.
Zaman sekarang, belia-belia malaysia sangatlah aktif, mereka ingin mencari apa yang patut mereka perjuangkan, kerana darah mereka 'panas'. Jadi banyaklah NGO2, pertubuhan, persatuan, malah parti-parti politik yang disertai mereka untuk perjuangkan apa yang mereka inginkan atau apa yang mereka faham supaya dapat mencapai masa hadapan yang lebih baik. Namun ada juga pihak yang menggunakan belia-belia ini sebagai barisan hadapan untuk mencapai sesuatu yang batil atau salah. Sepatutnya sebagai orang dewasa yang mempunyai pengalaman patut membimbing belia-belia ini untuk menjadi insan yang cemerlang dan bukannya memanipulasikan semangat mereka untuk mencapai cita-cita yang menguntungkan sesebuah pihak.
Apa yang ingin penulis tekankan di sini adalah YA, kita memerlukan perjuangan untuk hidup. Perjuangan untuk menjadi hamba Allah yang diredhai. Bagaimana? AlQuran dan Sunnah Rasulullah sebagai pegangan. Sabda Rasulullah," Kutinggalkan untuk kamu 2 perkara (pusaka), taklah kamu akan tersesat kepada keduanya, iaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya." (Sebahagian dari khutbah Jumaat Rasulullah pada 9 ZULHIJJAH TAHUN 10 HIJRAH)
Perjuangan demi Agama yang Haq untuk mencapai KESEJAHTERAAN.
Alhamdulillah
Peace
Thursday, 16 May 2013
BROTHERHOOD
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu
Hidup di atas muka bumi ini, kita tidak boleh berdiri dengan kaki sendiri. Biarlah dalam apa jua yang dilakukan, kita kena mempunyai sahabat-sahabat yang sanggup susah senang bersama umpama adik-beradik kandung. Inilah yang dikatakan brotherhood. Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh. " (AQ 61:4)
Mengikut pengalaman penulis sendiri, bukan mudah untuk mencari sahabat yang sanggup berbuat demikian. Ramai yang bersama apabila senang, dan hanya segelintir yang bersama apabila diri dalam keadaan susah. Mungkin kerana ramai yang tidak faham apakah konsep brotherhood yang sebenar. Tetapi Alhamdulillah penulis berjaya menemui ramai sahabat yang sanggup bersama dalam perjuangan di atas muka bumi ini.
Memang sudah terbukti, kita dapat capai sesebuah objektif apabila kita bersama. Objektif yang dikatakan disini bukanlah objektif keinginan atau cita-cita sendiri, tetapi kebersamaan dalam menyelesaikan sesuatu masalah. Setiap manusia mempunyai dugaan dan pengalaman yang berlainan, namun begitu "Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah." (AQ 96:2) . Setiap manusia darahnya merah, tidak kira bangsa, kaum, kaya atau miskin, pemimpin atau pengikut, rambut yang bermacam warna, namun kita sama.
Carilah sahabat yang mempunyai common goal, yang dikatakan common goal ini bukanlah ingin menjadi kaya, atau ingin jadi orang yang berkuasa, atau membuat perkara-perkara yang dilarang Allah, tetapi GOAL yang disebut ini ialah keinginan untuk hidup dalam kesejahteraan, keamanan, dan bahagia. Mengikut pengalaman penulis, ramai mempunyai sifat brotherhood yang kuat kerana hanya ingin mencapai kebahagiaan. Oleh itu, penulis ingin pembaca-pembaca juga tidak kira lelaki atau perempuan(jangan rasa tersisih kerana perkataan 'Brotherhood' ini sebab 'Sisterhood' pon boleh diaplikasikan.) mencari atau bersyukur dengan sahabat-sahabat yang bersama hingga kini.
Kadangkala background setiap orang berlainan, namun mereka mempunyai semangat brotherhood yang kuat. Kenapa? Kerana mereka pasti pernah hidup susah bersama-sama dahulu. Bagaimana penulis boleh tahu? kerana penulis mempunyai sahabat-sahabat sedemikian Alhamdulillah. Ingat, kita hidup di atas muka bumi ini tidak boleh dengan kaki sendiri.
Alhamdulillah
p/s - Sekiranya ada pembaca yang ingin kongsikan pengalaman 'brotherhood' yang boleh penulis sharekan di blog ini, sila emelkan ke razasayang@gmail.com.
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatu
Hidup di atas muka bumi ini, kita tidak boleh berdiri dengan kaki sendiri. Biarlah dalam apa jua yang dilakukan, kita kena mempunyai sahabat-sahabat yang sanggup susah senang bersama umpama adik-beradik kandung. Inilah yang dikatakan brotherhood. Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh. " (AQ 61:4)
Mengikut pengalaman penulis sendiri, bukan mudah untuk mencari sahabat yang sanggup berbuat demikian. Ramai yang bersama apabila senang, dan hanya segelintir yang bersama apabila diri dalam keadaan susah. Mungkin kerana ramai yang tidak faham apakah konsep brotherhood yang sebenar. Tetapi Alhamdulillah penulis berjaya menemui ramai sahabat yang sanggup bersama dalam perjuangan di atas muka bumi ini.
Memang sudah terbukti, kita dapat capai sesebuah objektif apabila kita bersama. Objektif yang dikatakan disini bukanlah objektif keinginan atau cita-cita sendiri, tetapi kebersamaan dalam menyelesaikan sesuatu masalah. Setiap manusia mempunyai dugaan dan pengalaman yang berlainan, namun begitu "Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah." (AQ 96:2) . Setiap manusia darahnya merah, tidak kira bangsa, kaum, kaya atau miskin, pemimpin atau pengikut, rambut yang bermacam warna, namun kita sama.
Carilah sahabat yang mempunyai common goal, yang dikatakan common goal ini bukanlah ingin menjadi kaya, atau ingin jadi orang yang berkuasa, atau membuat perkara-perkara yang dilarang Allah, tetapi GOAL yang disebut ini ialah keinginan untuk hidup dalam kesejahteraan, keamanan, dan bahagia. Mengikut pengalaman penulis, ramai mempunyai sifat brotherhood yang kuat kerana hanya ingin mencapai kebahagiaan. Oleh itu, penulis ingin pembaca-pembaca juga tidak kira lelaki atau perempuan(jangan rasa tersisih kerana perkataan 'Brotherhood' ini sebab 'Sisterhood' pon boleh diaplikasikan.) mencari atau bersyukur dengan sahabat-sahabat yang bersama hingga kini.
Kadangkala background setiap orang berlainan, namun mereka mempunyai semangat brotherhood yang kuat. Kenapa? Kerana mereka pasti pernah hidup susah bersama-sama dahulu. Bagaimana penulis boleh tahu? kerana penulis mempunyai sahabat-sahabat sedemikian Alhamdulillah. Ingat, kita hidup di atas muka bumi ini tidak boleh dengan kaki sendiri.
Alhamdulillah
p/s - Sekiranya ada pembaca yang ingin kongsikan pengalaman 'brotherhood' yang boleh penulis sharekan di blog ini, sila emelkan ke razasayang@gmail.com.
Tuesday, 19 February 2013
Pentingnya Jaga Anak Di Luar
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalamualaikum w.b.t .
Jaga anak di luar sama pentingnya seperti menjaga anak di rumah, apatah lagi dengan keadaan persekitaran sekarang, dengan ramai penculik yang kesempitan hidup lalu inginkan duit tebusan, malah lebih teruk lagi dengan psiko-psiko yang tidak dapat menahan nafsu lalu merogol, membunuh, dan benda-benda yang teruk lagi. Ya, jangan terkejut tetapi inilah apa yang terjadi pada zaman sekarang lebih-lebih lagi di Malaysia ini.
Para pembaca semua, penulis sedar masyarakat kita kini selalu menyalahkan orang lain atas jenayah-jenayah yang berlaku ini, tapi penulis ingin pembaca semua buka minda sebentar dan berfikir, adakah dengan menyalahkan orang lain, pemimpin setempat, polis, kerajaan, jiran, malah psiko-psiko tersebut dapat menyelesaikan masalah dimana penulis berpendapat masalah masyarakat ini? Marilah kita befikir menggunakan akal, belajar tinggi-tinggi tapi malas berfikir pun tak guna juga.
Penulis di sini ingin sharekan dengan pembaca berkenaan sebuah post facebook.
"Praise to Allah SWT...Around 12.30 tday i was at 99 speedmart wth son. As normally happened my son went to check his toy while i was picking wat i need to buy. To my suprise wen about to pay i called my son, he was not there again. The asst mgr of speedmart said somebody, man in black shiry took my son in his car grey persona to do police report. I almost died to hear dat. Panicking dun know wat to do i drove home at u16/89 to get help. Praise to Allah my son is in the house. .... Whoever that sent my son home shud at least inform anybody in my home. On top of that my son dressed decently and close to impossible if he was been abandoned and shud at least make announcement in the shop thr. As at now am still shivering of trauma thinking wat if l cannot see my son again. On my side big lesson learnt. To Mr man in black shirt i wud appreciate if u can pm me. Tq"
Assalamualaikum w.b.t .
Jaga anak di luar sama pentingnya seperti menjaga anak di rumah, apatah lagi dengan keadaan persekitaran sekarang, dengan ramai penculik yang kesempitan hidup lalu inginkan duit tebusan, malah lebih teruk lagi dengan psiko-psiko yang tidak dapat menahan nafsu lalu merogol, membunuh, dan benda-benda yang teruk lagi. Ya, jangan terkejut tetapi inilah apa yang terjadi pada zaman sekarang lebih-lebih lagi di Malaysia ini.
Para pembaca semua, penulis sedar masyarakat kita kini selalu menyalahkan orang lain atas jenayah-jenayah yang berlaku ini, tapi penulis ingin pembaca semua buka minda sebentar dan berfikir, adakah dengan menyalahkan orang lain, pemimpin setempat, polis, kerajaan, jiran, malah psiko-psiko tersebut dapat menyelesaikan masalah dimana penulis berpendapat masalah masyarakat ini? Marilah kita befikir menggunakan akal, belajar tinggi-tinggi tapi malas berfikir pun tak guna juga.
Penulis di sini ingin sharekan dengan pembaca berkenaan sebuah post facebook.
"Praise to Allah SWT...Around 12.30 tday i was at 99 speedmart wth son. As normally happened my son went to check his toy while i was picking wat i need to buy. To my suprise wen about to pay i called my son, he was not there again. The asst mgr of speedmart said somebody, man in black shiry took my son in his car grey persona to do police report. I almost died to hear dat. Panicking dun know wat to do i drove home at u16/89 to get help. Praise to Allah my son is in the house. .... Whoever that sent my son home shud at least inform anybody in my home. On top of that my son dressed decently and close to impossible if he was been abandoned and shud at least make announcement in the shop thr. As at now am still shivering of trauma thinking wat if l cannot see my son again. On my side big lesson learnt. To Mr man in black shirt i wud appreciate if u can pm me. Tq"
Mari kita renungkan dan janganlah kita judge ibu atau bapa di atas ini, tetapi kita buka minda dan pikir bagaimana perkara ini boleh berlaku dan apa yang boleh terjadi walaupun dalam masa 5 minit pon terlepas pandang anak-anak kita. So di sini ingin saya sharekan tips-tips menjaga anak ketika kita keluar bersama anak-anak.
1) Mendidik anak kita supaya sentiasa mendekati kita
2) Sentiasa berpegang tangan
3) Jangan sesekali terlepas pandang dalam seminit
4) Sekiranya boleh, ajak lagi seorang orang dewasa untuk menemani
5) Sentiasa ingat, anak no 1, barang murah atau sale no 2
6) Memahami keinginan dan kelakuan anak-anak supaya dapat mengetahui kebiasaan apa yang mereka lakukan.
7) Elakkan membawa anak ke tempat shopping yang sesak dengan orang
Tips-tips ini boleh dilakukan untuk anak berumur 12 tahun ke bawah, kalau anak remaja ni tak perlulah kerana takut mereka malu pula. Cara didikan pun kena berlainan pada remaja.
Penulis bukan sempurna, malah penulis juga masih belum berkahwin, tetapi ada 10 anak buah yang penulis pernah jaga so dari pengalaman sendiri penulis sharekan tips-tips ini untuk ibubapa di luar sana. Marilah kita bersama-sama menuju ke kehidupan yang sejahtera insyaa Allah. Peace. Alhamdulillah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
